![]() | |||
| Source: google.co.id |
Kebahagiaan adalah paduan dari marah, sedih, dan jijik dengan kadar yang tepat.
Sutradara : Pete
Docter
Produser : Jonas
Rivera
Skenario :
Michael Arndt
Cerita : Pete Docter
Pemeran : Amy
Poehler
Lewis Black
Mindy Kaling
Bill Hader
Phyllis Smith
Kaitlyn Dias
Diane Lane
Kyle
MacLachlan
John
Ratzenberger
Studio : Walt Disney Pictures
Pixar
Animation Studios
Distributor : Walt Disney Studios (source: wikipedia)SINOPSIS
Riley merupakan gadis kecil dengan lingkungan yang sempurna, keluarga yang menyayanginya, teman-teman yang selalu ada, dan hobi yang menyenangkan. Emosi di kepalanya - Joy (bahagia), Anger (marah), Disgust (jijik), dan Sadness (sedih), pun dapat dengan mudah mengendalikan pikirannya untuk terus didominasi oleh Joy dan melupakan Sadness. Namun keadaan berubah setelah keluarganya memutuskan untuk pindah rumah. Banyak kejadian-kejadian diluar ekspektasi Riley. Bagi Riley, tempat barunya tidak seasyik rumah lamanya. Hal tersebut membuat emosi di otak Riley kelimpungan. Hingga akhirnya membuat Sadness dan Joy keluar dari ruang kontrol otak tersebut. Dalam perjalanannya kembali ke ruang kontrol otak, Joy akhirnya menyadari peran penting dari Sadness – yang tidak disadari juga oleh Sadness. Bahwa Sadness adalah titik awal dari segala hal. Bahkan tanpa Sadness, Joy pun tidak akan ada rasanya. Akhirnya kedua emosi tersebut kembali ke ruang kontrol otak dan saling berpadu untuk mengembalikan kebahagiaan Riley, dengan dibantu juga oleh Anger dan Disgust.
REVIEW
Film ini mengambil tema yang sebenarnya cukup sederhana namun selalu melekat dalam kehidupan sehari-hari. Ya, manajemen pikiran dan emosi. Setiap emosi diwakili oleh satu karakter yakni joy (bahagia), sadness (sedih), fear (takut), dan disgust (jijik). Peraturannya sederhana. Barangsiapa yang mendekati papan kontrol, maka emosi tersebutlah yang akan ditampilkan oleh Riley.
Kekuatan film ini terletak pada ide dasarnya yang mnarik dan belum pernah diangkat sebelumnya. Peletakan emosi menjadi karakter tersendiri juga cukup menarik. Meski saya ‘sedikit protes tapi menikmati’ Joy sebagai emosi yang dominan. Alurnya juga bisa dinikmati dengan santai dan tak membingungkan. Bagi saya (di umur yang sekarang), menonton film ini adalah bagian dari terapi nostalgia sekaligus refleksi diri. Saya jadi membayangkan bagaimana dulu masa kecil saya dengan teman khayalan, keluarga, hobi, dan lainnya yang kesemuanya membahagiakan. Sama seperti Riley kanak-kanak. Kemudian saya juga jadi bisa merefleksikan diri. Bahwa meskipun kebahagian yang sebenarnya selalu diinginkan dalam hidup ini, nyatanya kita tak pernah bisa lepas dari emosi lainnya seperti marah, sedih, hingga jijik. Sehingga menurut saya, kebahagiaan adalah paduan dari marah, sedih, dan jijik dengan kadar yang tepat. Film ini sangat emosional dan menghibur pada saat yang bersamaan.
Film ini merupakan penggambaran sederhana dan imajinatif tentang bagaimana otak dan emosi bekerja. Akan tetapi, sebagai sebuah film tentang mekanisme atau cara kerja otak, film ini tak cukup detail menggambarkan bagian-bagian kerjanya. Atau sebutlah, beberapa bagian nampak tidak padu. Seperti adanya pulau memori, tempat pembuat mimpi, tempat sampah kenangan, atau core memory. Atas dasar apa sesungguhnya memori itu terbuang? Kenapa Bing Bong masih ada di memori tapi Riley bahkan tak mengingatnya? Kesemua itu hanya menjadi setting dan sedikit pelengkap konflik. Padahal jika dijelaskan secara detail dan dihubungkan dengan fungsi-fungsi emosi, beberapa printilan itu bisa menjadi pembangun emosi yang menarik. Akan tetapi, sebenarnya tujuan menonton film adalah menghibur dengan bonus pesan moral. Jadi jangan sibukkan dengan detail detail kecil dan mekanisme yang membingungkan. Asal filmnya dapat dinikmati, kamu bahagia, dan merasa sesuatu, itu lebih dari cukup. Sehingga saya katakan, film ini amat RECOMMENDED. Bagi anak-anak, film ini akan membuat mereka lebih bahagia sementara buat remaja tanggung dan orang dewasa, film ini seharusnya bisa menjadi saran refleksi diri yang sederhana.
-QT\/QU-
(12/10/2015; 11:22)

No comments:
Post a Comment