![]() | |
| MV JKT48 - Yuuhi wo Miteiruka |
Setiap manusia merupakan makhluk yang lemah. Kita haruslah hidup saling membantu - JKT48
Hidup di dunia ini memang haruslah saling tolong
menolong. Sebagai makhluk sosial manusia tentu tidak dapat hidup sendiri dan
lepas dari bantuan orang lain. Karena “saling” tersebut maka poin pentingnya
bukan hanya pada memberi kebaikan, namun sekaligus pada menerima kebaikan. Menerima
kebaikan juga merupakan bagian dari kebaikan itu sendiri. Salah berperilaku
dalam menerima kebaikan bisa berujung pada pertengkaran dan putusnya hubungan. Jangan
sampai Anda dianggap menjadi orang yang tidak tahu diri karena salah berperilaku
dalam menerima kebaikan orang. Berikut 5 adab dalam menerima kebaikan orang
yang selain dapat menjaga hubungan baik, juga dapat menunjukkan tingginya
pekerti Anda.
1. Maaf dan Terimakasih
Mengucapkan maaf dan terimakasih merupakan tindakan
paling sederhana dan wajib dilakukan saat menerima kebaikan. Sekecil apapun
bantuan yang Anda terima, tetaplah berterimakasih dan diiringi dengan maaf yang
sewajarnya. Tidak sulit bukan untuk sekedar mengucap “makasih atas bantuannya”
atau “maaf sudah sudah merepotkanmu” serta ditambah senyuman yang manis.
Mengatakan dua kata ajaib itu merupakan wujud apresiasi yang paling mudah dan
sederhana. Anda tak perlu mengeluarkan materi dan tenaga demi dua kata itu
bukan?
2. Jangan memperbandingkan
Anda tentu saja menerima bantuan atau kebaikan tidak
hanya dari satu orang saja. Akan ada banyak orang baik di luar sana yang
membantu Anda dalam waktu yang berbeda-beda. Kuncinya adalah jangan
memperbandingkan. Sekecil apapun bantuan atau kebaikan yang diberikan orang kepada
Anda merupakan hasil dari perjuangan dan pengorbanan yang tidak akan pernah
Anda tahu usaha dibaliknya. Memperbandingkan kebaikan antar orang per orang
sama saja Anda meremehkan perjuangan orang tersebut. Siapa sih orang di dunia
ini yang mau diremehkan Yang perlu disadari adalah, semua wujud bantuan dan
kebaikan itu ada manfaatnya. Bila bukan untuk menyelesaikan masalah Anda,
mungkin kebaikan itu sebagai pengingat untuk diri Anda dan orang tersebut.
3. Jangan ketergantungan
Penyakit akan muncul setelah terlalu sering dibantu
atau menerima kebaikan adalah menjadi ketergantungan. Apa-apa minta tolong
padahal seharusnya masih bisa dikerjakan sendiri. Hal yang begini ini merupakan
bibit-bibit ketidaktahuan diri. Meskipun ada satu orang yang sangat baik dan
tidak akan pernah menolak permintaan Anda, tak sepantasnya menjadikan Anda
semena-mena meminta bantuannya terus menerus. Minta tolonglah dalam kesulitan
yang benar-benar tak bisa Anda kerjakan sendiri.
4. “Saling”
Saat Anda menerima kebaikan, saat itu pulalah Anda
berhutang satu kebaikan juga. Jangan sekedar mau menerima kebaikan orang lain tapi ogah-ogahan dalam memberikan
kebaikan. Minimal dengan siap memberikan bantuan kepada orang yang telah memberi
kebaikan kepada Anda. Jangan sampai Anda dianggap sebagai orang yang mau
enaknya saja yang ketika gilirannya dibutuhkan kebaikannya malah menghilang tak
tahu kemana. Mungkin memang ada beberapa kesempatan yang menghalangi Anda untuk
membalas kebaikan orang, akan tetapi yang sesungguhnya dibutuhkan adalah usaha
Anda. Bagi orang yang ingin Anda balas kebaikannya, usaha Anda untuk
membalasnya sebenarnya sudah merupakan penghargaan baginya. Meskipun Anda tidak
bisa membalas kebaikannya misalnya, asalkan ada usaha, maka itu sudahlah cukup.
Ingat, yang penting usahanya. Anda pun tak mau merasakan air susu dibalas air
tuba bukan?
5. Tahu Diri
Ini adalah poin penting dan akumulasi dari adab
menerima kebaikan. Tahu diri. Ketika Anda sudah tahu diri, maka Anda tidak akan
membanding-bandingkan,, tidak akan ketergantungan, dan akan selalu berupaya
membalas kebaikan orang lain. Semua hal-hal di atas akan dilakukan dengan kadar
yang tepat sehingga tidak mengecewakan atau menggangu si pemberi kebaikan.
Hasil akhirnya adalah Anda yang menghormati pemberi kebaikan.
Sebenarnya inti dari menerima kebaikan orang adalah
apresiasi bukannya sarkasme. Dengan saling menghargai, hubungan apapun itu dapat
mencapai keseimbangan dimana masing-masing pihak merasa penting dan dihargai
keadaannya. Menyenangkan bukan?
-QT\/QU-
(Jakarta, 16 Oktober
2015; 10:37)






No comments:
Post a Comment