16 October, 2015

5 Adab dalam Menerima Kebaikan


MV JKT48 - Yuuhi wo Miteiruka

Setiap manusia merupakan makhluk yang lemah. Kita haruslah hidup saling membantu - JKT48
Hidup di dunia ini memang haruslah saling tolong menolong. Sebagai makhluk sosial manusia tentu tidak dapat hidup sendiri dan lepas dari bantuan orang lain. Karena “saling” tersebut maka poin pentingnya bukan hanya pada memberi kebaikan, namun sekaligus pada menerima kebaikan. Menerima kebaikan juga merupakan bagian dari kebaikan itu sendiri. Salah berperilaku dalam menerima kebaikan bisa berujung pada pertengkaran dan putusnya hubungan. Jangan sampai Anda dianggap menjadi orang yang tidak tahu diri karena salah berperilaku dalam menerima kebaikan orang. Berikut 5 adab dalam menerima kebaikan orang yang selain dapat menjaga hubungan baik, juga dapat menunjukkan tingginya pekerti Anda.

1. Maaf dan Terimakasih

Mengucapkan maaf dan terimakasih merupakan tindakan paling sederhana dan wajib dilakukan saat menerima kebaikan. Sekecil apapun bantuan yang Anda terima, tetaplah berterimakasih dan diiringi dengan maaf yang sewajarnya. Tidak sulit bukan untuk sekedar mengucap “makasih atas bantuannya” atau “maaf sudah sudah merepotkanmu” serta ditambah senyuman yang manis. Mengatakan dua kata ajaib itu merupakan wujud apresiasi yang paling mudah dan sederhana. Anda tak perlu mengeluarkan materi dan tenaga demi dua kata itu bukan?  


2. Jangan memperbandingkan

Anda tentu saja menerima bantuan atau kebaikan tidak hanya dari satu orang saja. Akan ada banyak orang baik di luar sana yang membantu Anda dalam waktu yang berbeda-beda. Kuncinya adalah jangan memperbandingkan. Sekecil apapun bantuan atau kebaikan yang diberikan orang kepada Anda merupakan hasil dari perjuangan dan pengorbanan yang tidak akan pernah Anda tahu usaha dibaliknya. Memperbandingkan kebaikan antar orang per orang sama saja Anda meremehkan perjuangan orang tersebut. Siapa sih orang di dunia ini yang mau diremehkan Yang perlu disadari adalah, semua wujud bantuan dan kebaikan itu ada manfaatnya. Bila bukan untuk menyelesaikan masalah Anda, mungkin kebaikan itu sebagai pengingat untuk diri Anda dan orang tersebut.

3. Jangan ketergantungan
Penyakit akan muncul setelah terlalu sering dibantu atau menerima kebaikan adalah menjadi ketergantungan. Apa-apa minta tolong padahal seharusnya masih bisa dikerjakan sendiri. Hal yang begini ini merupakan bibit-bibit ketidaktahuan diri. Meskipun ada satu orang yang sangat baik dan tidak akan pernah menolak permintaan Anda, tak sepantasnya menjadikan Anda semena-mena meminta bantuannya terus menerus. Minta tolonglah dalam kesulitan yang benar-benar tak bisa Anda kerjakan sendiri. 

4. “Saling”

Saat Anda menerima kebaikan, saat itu pulalah Anda berhutang satu kebaikan juga. Jangan sekedar mau menerima kebaikan orang lain tapi ogah-ogahan dalam memberikan kebaikan. Minimal dengan siap memberikan bantuan kepada orang yang telah memberi kebaikan kepada Anda. Jangan sampai Anda dianggap sebagai orang yang mau enaknya saja yang ketika gilirannya dibutuhkan kebaikannya malah menghilang tak tahu kemana. Mungkin memang ada beberapa kesempatan yang menghalangi Anda untuk membalas kebaikan orang, akan tetapi yang sesungguhnya dibutuhkan adalah usaha Anda. Bagi orang yang ingin Anda balas kebaikannya, usaha Anda untuk membalasnya sebenarnya sudah merupakan penghargaan baginya. Meskipun Anda tidak bisa membalas kebaikannya misalnya, asalkan ada usaha, maka itu sudahlah cukup. Ingat, yang penting usahanya. Anda pun tak mau merasakan air susu dibalas air tuba bukan?


5. Tahu Diri

Ini adalah poin penting dan akumulasi dari adab menerima kebaikan. Tahu diri. Ketika Anda sudah tahu diri, maka Anda tidak akan membanding-bandingkan,, tidak akan ketergantungan, dan akan selalu berupaya membalas kebaikan orang lain. Semua hal-hal di atas akan dilakukan dengan kadar yang tepat sehingga tidak mengecewakan atau menggangu si pemberi kebaikan. Hasil akhirnya adalah Anda yang menghormati pemberi kebaikan.

Sebenarnya inti dari menerima kebaikan orang adalah apresiasi bukannya sarkasme. Dengan saling menghargai, hubungan apapun itu dapat mencapai keseimbangan dimana masing-masing pihak merasa penting dan dihargai keadaannya. Menyenangkan bukan?

-QT\/QU-
(Jakarta, 16 Oktober 2015; 10:37)
Amelia Putri Rizqiani Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.

No comments:

Post a Comment