We used to really close. I really missing being your friend (Glee, season 2)Seminggu yang lalu aku pulang. Ke Rembang. Dan aku menyempatkan berkeliling naik motor sendirian menuju pada jalan-jalan yang pernah kita lewati, pada tempat-tempat yang kita singgahi, pada rambu-rambu yang kita taati. Dengan kecepatan yang sama saat sedang bersamamu. Tapi sayangnya tidak dengan motor yang sama, Jupiter merah yang kau hafal. Atau motor pekatmu yang benar membuatku bangga. Bukan itu.
Pertigaan pertama. Aku mengingat apa yang tengah kita perbincangkan dulu. Bahkan tawa dan suaramu. Bahkan mau belok kemanapun kita harus bertengkar. Lalu aku menengok ke belakang. Tentu saja tak ada. Lampu merah pertama. Bagaimana kau dan aku saling mengamati fenomena. Pos polisi, tukang bakso, dan pasar. Riuh dan seru. Aku membetulkan kaca spion. Tak ada ejekanmu, "Mau merhatiin aku ya?" Persimpangan pertama dan biasanya kita masih belum tahu mau kemana.Aku hanya manggut-manggut. Apalagi kamu sekedar manut. Lalu dimana ujungnya? Aku menoleh pada kaca spion. Dan tentu saja bukan senyummu yang tampak.
Aku memutar-mutar jalan dimana kita pernah beradu. Mengingat apa yang pernah kita katakan dan lakukan sekian tahun lalu. Terkesan gila tapi begitulah adanya. Lalu kapan kau akan ada di belakangku lagi? Biar aku tidak lagi dipandang aneh oleh pengguna jalan yang lain. Rahasianya, aku sering berbicara sendiri.
-QT\/QU-

No comments:
Post a Comment