Hujan, kapan datang? Aku sudah kekeringan.Banyak yang kita tidak tahu. Termasuk kapan hujan turun. Kau bisa saja mengiranya dari mendung. Tapi siapa yang tahu pasti berapa lama mendung-mendung itu menguar menjadi hujan? Silahkan saja dihitung. Tetapi aku tak mau repot.
Sepertinya baru hari ini. Hujannya berperasaan. Perasaan yang sama seperti lalu-lalu. Sehingga aku menimatinya dengan lagu, syahdu, dan sendu. Meski sebenarnya sudah terlalu lama aku menunggu. Kata-kata nyatanya butuh katalisator untuknya bergerak. Seolah dinamis dan berperasan. Dan baru sekarang hujan menumbuhkannya. Aku menulis dan tak lebih baik tanpa hujan.
Hujan, terima kasih sudah datang. Aku benar-benar memujamu.-QT\/QU-

No comments:
Post a Comment