23 May, 2013

Hujan yang Terlambat


Hujan, kapan datang? Aku sudah kekeringan.
Banyak yang kita tidak tahu. Termasuk kapan hujan turun. Kau bisa saja mengiranya dari mendung. Tapi siapa yang tahu pasti berapa lama mendung-mendung itu menguar menjadi hujan? Silahkan saja dihitung. Tetapi aku tak mau repot.
Sepertinya baru hari ini. Hujannya berperasaan. Perasaan yang sama seperti lalu-lalu. Sehingga aku menimatinya dengan lagu, syahdu, dan sendu. Meski sebenarnya sudah terlalu lama aku menunggu. Kata-kata nyatanya butuh katalisator untuknya bergerak. Seolah dinamis dan berperasan. Dan baru sekarang hujan menumbuhkannya. Aku menulis dan tak lebih baik tanpa hujan.
Hujan, terima kasih sudah datang. Aku benar-benar memujamu.
-QT\/QU-
Amelia Putri Rizqiani Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.

No comments:

Post a Comment