Selamat Hari Ibu, Ibuku
Ibu, Ibu pasti tahu. Aku mencintaimu dengan amat sangat. Apapun yang akan terjadi. Apapun dan bagaimanapun. Aku mencintaimu dengan ketidaksempurnaanmu yang buatmu makin nyata dan teraih. Engkau ibuku. Setiap kesalahan yang ibu lakukan akan terasa benar buatku. Sebab aku paham demi-mu itu. Untukku dan anak-anakmu. Lalu bila ada yang mempersalahkanmu, ibu, aku yang akan menjadi perisaimu yang paling tak terkalahkan. Engkau dan demi-demi mu itu adalah setumpuk pengorbanan yang tak bisa dijengkal dengan tangan siapapun.
Ibu maaf untuk telepon yang tidak terjawab kemarin. Aku tahu ibu hanya ingin tahu kabar dan keadaanku. Ibu, jawabanku masih akan tetap sama kapanpun ibu bertanya. Aku sehat dan baik-baik saja. Aku tak mau ibu tahu aku yang berjatuh peluh. Aku tak mau ibu tahu usaha dan jatuh bangunnya aku. Aku tak mau ibu tahu keluhanku. Sebab aku menyayangimu,ibu, dengan teramat besar. Aku tak mau masih terus saja menjadi beban dan pikiranmu. Aku hanya mau ibu tahu hasil perjuanganku. Aku hanya mau membahagiakan dan membanggakanmu selalu. Aku seperti yang selalu kau tahu. Aku yang kuat dan kau bangga-banggakan. Selalu seperti itu.
Namun Ibu, bagaimana kalau ternyata aku tidak sekuat yang ibu pikir? Bagaimana kalau aku tidak sesukses yang aku harapkan? Bagaiamana kalau aku tidak bisa melindungi ibu seperti ibu mengharapkanku? Bagaimana kalau aku tidak bisa membahagiakan dan membanggakanmu? Bagaimana kalau aku hanya setitik kecil diantara ribuan manusia dan tak berarti apa-apa? Bagaimana, bu? Untuk itu, bu, aku memohon doa dan ridho mu selalu.
Ah, maafkan aku, bu! Bahkan untuk hari yang seharusnya sepenuhnya untukmu, masih saja aku yang banyak meminta.
Ibu, sehat-sehatlah selalu sampai kapanpun. Sebab aku punya banyak sekali mimpi dan rencana untukmu di masa depan. Dengan aku yang seperti doa-doamu. Dengan aku yang membanggakanmu. Dengan aku yang menjadi pelindungmu yang paling depan dan terus dapat diandalkan. Dengan aku yang seperti sering kau ceritakan kepada orang lain.Ibu, teruslah dengan aku bagaimanapun keadaanku nantinya. Namun aku berjanji, nantinya itu adalah jawaban dari mimpi dan doa yang kau rapal untukku tanpa ku tahu tanpa ku minta. Ibu, teruslah dengan aku.
Selamat Hari Ibu, Ibuku
-QT\/QU-
22/12/15; 22:18
No comments:
Post a Comment