22 November, 2015

Ekspektasi



Sungguh, ekspektasi itu sombongnya bukan main. Standartnya amat tinggi dan tak tahu diri. Untungnya aku sudah selesai berurusan dengannya. Meski kalah. Sebab medan laga kami hanya sepetak asumsi. Apalah artinya sepetak untuk aku yang lumayan tangguh ini dan ekspektasi itu tadi. Kekalahanku, ku kira hanya masalah itu. Asumsi yang terlalu sempit sehingga aku pun terdesak. Apalagi dari awal ekspektasi itu sudah di atas awan. Dia jago kandang. Aku curiga ekspektasi dan asumsi itu bersekongkol untuk menjatuhkanku. Pantas saja dia sombong.

Tapi sekarang aku mulai tahu. Biarlah ekspektasi yang maha digdaya itu dihadapkan dengan yang pantas, Tuhan pemilik segalanya. Melalui doa. Setelahnya pasti ekspektasi dan asumsi akan berai tak bersisa. 
Enyah saja kau ekspektasi
Doaku membalaskan dendamku.

-QT\/QU-
(Rembang, 10 Nov 2015, 20:38)
Amelia Putri Rizqiani Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.

No comments:

Post a Comment