Karena sahabat pasti benar.
Persahabatan ada dengan bentuk dan
keadaan yang sedemikian rupa. Ada banyak kisah, cerita, dan rasa. Diantaranya. Akan
tetapi kesemuanya dibangun pada akar yang sama. Peduli. Mungkin ditambah
sedikit berbagi. Bukan, banyak. Kepedulian yang bertumpuk-tumpuk. Lebih dari
yang kau bisa ukur dengan jengkal tanganmu.
Tak selamanya persahabatan berjalan
dengan penuh cinta dan peduli. Ada detik-detik yang tak terlalu diperhatikan. Diabaikan.
Baik itu karena jarak, waktu, atau paduan keduanya; yang biasa disebut
kesempatan. Tapi apa salah? Tidak. Sahabat selalu benar. Pada waktu yang tidak
diperdulikan itu, ada beberapa sel otak beraktivitas. Memikirkan yang tidak
tersampaikan. Kamu, sahabat. Karena persahabatan saling melekat.
Tak perlulah mengkhawatirkan
keacuhan, kesendirian, atau ketertinggalan. Sahabat pasti ada. Disitu. Selalu.
Seluas apapun jarak yang membentang, tidak akan ada sahabat yang meninggalkan. Yang
ada sahabat yang tak nampak. Tapi ada. Jadi jangan salah persepsi. Karena persahabatan
saling melekat.
Apapun yang terjadi sahabatmu menyayangimu. Begitupun aku. Karena kamu sahabatku pasti benar. Karena persahabatan saling melekat.-QT\/QU-
#30harimenulis #himakom

No comments:
Post a Comment