Aku mencintai ibuku dengan caraku.Ada jutaan deskripsi tentang ibu, mama, bunda, atau semua panggilan yang dapat diterjemahkan dengan berbagai bahasa, makna, dan bentukannya. Satu hal yang pasti, ibu itu orang yang paling dicintai sejagat raya. Sayang yang bisa saja tak lagi terdeskripsi lewat kata dan bicara. Lagi-lagi tiada deskripsi.
Aku mencintai ibuku dengan caraku. Hanya diketahui oleh aku. Tanpa perlu gerak, isyarat, dan tanda. Cintaku yang besar, diam, dan tak berubah. Tetap saja disitu malu-malu. Tanpa seorang pun tahu.
Aku mencintai ibuku dengan caraku. Sama seperti harus dan patutnya. Lewat patuh dan tidak membangkang. Tanpa peduli. Tanpa inisiatif. Karena ku tahu, aku dan ibuku sama sama tahu. Aku mencintai ibuku.
Ibuku mencintaiku dengan caranya. Meskipun aku dan beliau tahu kita saling mencinta, akan tetapi tak ada satu waktu pun ibuku membiarkanku lupa akan cintanya. Karena setiap detik tercurah cintanya lewat belai, perhatian, hingga omelan. Isyarat, gerak, dan tanda yang terlihat padaku tanpa perantara. Cinta dalam bentuk.
Aku mencintai ibuku dengan caraku. Cara yang baru. Cinta dalam wujud. Cinta dalam isyarat. Cinta dalam bentuk. Wujud, isyarat, dan bentuk yang tak hanya aku yang tahu. Selain ibuku. Bukan karena aku membalas cinta ibuku, namun aku maklum bahwa aku ingin ibuku bahagia. Cintaku.
Aku mengucap. Aku mencintai ibuku. Selamat hari ibu.-QT\/QU-
#30harimenulis #himakom

No comments:
Post a Comment