05 October, 2013

Membatin


Aku ingin menyelami hatimu. Mengutarakan yang tak pernah kau ucapkan. Aku ingin menatap matamu tapi yang ada selalu ingin segera memalingkannya. Masihkah aku punya keberanian tuk lakukan semua itu? Kenapa selalu ada jarak yang memisahkan kita? Walau ku hanya ingin jadi teman terbaikmu.
Apakah masih mungkin jika suasana selalu beku oleh sikapku? Maafkan aku. Ku tahu kalau kau sudah berusaha keras untuk hilangkan kekakuan itu tapi sia-sia oleh sikapku. Jujur, aku tak bermaksud begitu. Namun aku tak tahan berlama-lama menatap wajahmu. Sampai kapan kau tak memahamiku? Apakah kau menyangka selama ini aku tak pedulikanmu? Itu salah. Karena sesungguhnya aku peduli. Sangat peduli. Andaikan aku punya keberanian untuk ulurkan tangan ini saat kau berada dalam kebimbangan dan kesedihan, saat itulah kau tahu betapa aku peduli padamu. Andai aku bisa baca isi hatimu, ku ingin kau tahu apakah kau juga begitu pedulikanku. Jika kau tahu betapa hampa hati ini yang terkadang butuh teman yang bisa memahami, peduli, dan menjaga.
Saat aku benar-benar butuhkan keceriaan bersamamu, maukah kau menghiburku? Isilah kekosongan hati ini. Buatlah hati ini tidak lagi sepi. Namun ku sadar kau tak pernah rasakan itu. Kau tak pernah peduli padaku. Kaupun tak pernah bisa memahamiku. Bisakah kau hilangkan sejenak kesalahan-kesalahanku yang membuat harimu terasa membosankan bersamaku?
Aku butuh ketenangan hati yang tidak dikejar rasa bersalah yang selalu menekanku, memojokkanku, dan menjatuhkanku. Aku ingin benar-benar jauh darimu saat kau benar-benar melupakanku. Katakanlah yang ingin kau katakan. Semua tentangku. Semua yang tidak kau sukai dariku. Sehingga aku mampu mengubah semua itu dan berharap kau menerimaku sebagai temanmu. (June 4th 2007, 23:20)
-QT\/QU-
Amelia Putri Rizqiani Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.

No comments:

Post a Comment