Kau boleh pergi
Tapi jangan bawa-bawa diksi
Aku sudah terlanjur percaya diri
Melalui puisi
Sekali waktu tanpa ada apa-apa
Memang tiada
Bahkan rasa
Kata berpura-pura
Sementara rasa sebagaimana adanya
Puisi butuh keduanya
Aku mencoba mengupasnya
Satu persatu
Hingga bertemu
Kau
Kemana sekarang?
Kau
Ingatan masih dapat disaksikan
Tapi rasa tak bisa diabadikan
Bagaimana bisa ku pelihara rasa?
Bahkan tunasnya belum sempat mengakar kekar
Sudah hilang dibawa akal
Hanya lewat puisi-puisi masa lalu
Saat biru jadi ungu dan ungu jadi kelabu
Melulu mengharu
Kau
Ini tak adil bagiku
-QT\/QU-

No comments:
Post a Comment