Aku benar-benar tidak ingin melupakanmu.Waktu ternyata sangat luar biasa jahatnya. Apalagi jarak. Jarak menghilangkan kesempatan dan waktu mengikis kenangan. Kalau sudah sedemikian jauh dan sedemikian lama, bagaimana kalau nanti aku melupakanmu?
Tiap malam, aku selalu mengenang beberapa tahun silam. Saat kita sering menghabiskan waktu bersama. Tentu saja aku masih mengingat setiap gambaran detailnya. Tapi ternyata perasaan tak bisa dengan mudah dibungkus dan disimpan rapi. Rasaya selalu berbeda setiap waktunya. Aku bahkan perlu hujan, lagu, dan sendu untuk merindukanmu. Aku sadar dan aku tak mau.
Aku benar-benar tidak ingin melupakanmu. Kau selalu jadi satu-satunya. Bahkan hingga kini. Saat waktu dan jarak menjadi hal yang sangat mudah untuk dipersalahkan. Dan perasaan tak bisa datang begitu saja. Mungkin semua memang sudah berubah karena jarak dan waktu. Atau sederhananya, kita butuh waktu. Dan aku butuh kau.
Janji-janji yang dulu terselip dan belum sempat tertepati. Mungkin kepada itu yang masih menyisakan rasa yang aku mau. Yang buatku akan tetap pada mata yang sama saat melihatmu. Dan kau jadi tahu rasanya aku tanpamu. Yang kau tinggalkan dengan alasan yang kau sembunyikan namun ku tahu pasti. Kita belum membicarakannya.
Aku tak cuma ingin mengenang. Aku ingin merasakan. Rasa yang sama seperti lalu-lalu. Semoga kau tak lupa padaku.-QT\/QU-

No comments:
Post a Comment