Satu hal yang benar-benar aku sesali adalah, aku hanya mengenal kalian dalam waktu yang singkat.Katanya, ada beberapa hal yang akan selalu terkenang dalam hidup kita meskipun hal tersebut sudah terjadi sangat lama. Katanya lagi, masa-masa paling indah itu masa SMA, tapi buat aku tidak. Masa SMP itu yang terindah. Dan aku masih tersenyum mengingatnya. Apa kabar kalian kawan-kawanku 8C SMP 1 Rembang? Apa kabar Ibu Sri Endang Muryani, S.Pd wali kelas 8C? Apa kabar guru-guru lainnya? Aku sedang tertawa mengenang kalian.
- Ibu Endang: Beliau ini wali kelas yang baik dan melakukan tugasnya dengan baik pula. Selain itu juga merupakan guru biologi. Sebenarnya anaknya (dalam istilah) itu ketua kelasku. Sebut nama gak ya?
- Ibu Tri Astuti (Bu Tuti): Matematika. Susah. Galak. Serem. Ya, begitulah guru matematika. Boleh dimaklumi kan? Aku masih membayangkan "kalau" ujung tiang bendera benar-benar jatuh di kepalanya. Bukan doa kok. Hanya membanyangkan. Kata Bu Tutik kelas 8C itu unggulan, makanya soalnya lebih susah dari kelas lain. Benar-benar SARA (Suku Agama Ras Antarkelas) nih. Ibunya (dalam istilah) si ketua kelas juga sesungguhnya.
- Bapak Sutrisno: Aku pribadi lebih sering menyebutnya Pak Cintrong (Trisno: Cinta; Cintrong bahasa alaynya cinta). Guru Bahasa Indonesia ini sangat out of the box. Guru Bahasa Indonesia mana yang punya "cek tugas", "cek belajar", "cek EYD" selain bapak kumis ini. Sepertinya bapak ini alergi kapur, spidol, dan papan tulis. Soalnya beliau selama satu tahun mengajar tidak pernah menulis di papan tulis. Sempat, beliau menyuruh kita untuk jadi presenter acara. Ada Hendro dan Huda yang menikah (bener kalian gak), Labieb yang ceramah dan pakai sarung, Ernanto yang main sulap jayus. Kita sempat bershalawat nabi juga kan ya, kawan-kawan?
- Ibu Munasih: Good morning, mam! Aku masih ingat kan cara menyapa guru yang antik ini. Selalu mencatat dan mencatat terus. Sampai pegal aku dibuatnya. Katanya, "Yen ora gelem nyatet, yo wis angon wae kono." (Kalau tidak mau mencatat, lebih baik jadi penggembala saja).
- Bapak Riyanto: Guru Fisika tetapi lebih banyak mengajar tentang agama dan kehidupan. Katanya Fisika itu mudah, makanya 10 menit juga sudah cukup. Aku masih ingat perkataan yang ini: coba tutup mata kalian. bayangkan kalian ada di tepi pantai. Sendirian. Lalu tiba-tiba ombak datang. Makin besar, besar, dan tsunami terjadi. Kau ingat ibu bapakmu. Kau menangis. Apa yang terjadi????? Lalu buka mata kalian. Herannya, teman-temanku menangis. Aku sendiri yang melongo dan tidak serius. Pertanyaannya adalah, dimana Fisikanya?
- Ibu Endang Pujiwati: Ibu cantik ini mengampu mata pelajaran ekonomi. Karena pada dasarnya ekonomi cuma 45 menit, ya pastilah kurang. Korbannya mata pelajaran selanjutnya yang bisa telat 10-15 menit. Bu Endang punya kemampuan khusus. Bisa melihat siapa yang mencontek meski sedang tidur.
- Ibu Ermina: Nah, Bu Ermin harusnya menjadi guru paling inovatif. Setiap mata pelajaran Geografi dan Sejarah pasti menyenangkan. Pasalnya ibu yang satu ini sering mengemas materi pelajaran dan kuis ke dalam permainan-permainan seru.Salah satunya yang aku ingat, bunga pertanyaan. Setiap yang mendapat bunga harus menjawab pertanyaan dan setelahnya akan diberikan lagi kepada orang lain yang berlawanan jenis. Seru, mengena, dan sampai.
- Bapak Muhammad: Biasa dipanggil Pak Mad. Agak segan juga dengan Pak Guru ini. Selain karena mengajar pelajaran Agama Islam, jenggotnya bikin segan (Maafkan aku zalus). Pak Mad ini nih benar-benar ayah kandung dari temenku, Zalus namanya. Pengakuan ya, pernah ketika jam pelajaran agama, aku dan beberapa teman di bangku belakang sama sekali tidak memperhatikan beliau selama 1,5 jam. Gara-garanya sedang bermain handphone. Handphone mainan. Dari penghapus.
- Bapak Sujarwo: Lari dulu deh kalau mau ketemu Pak Guru Olahraga ini. Kadang tangannya suka melambai kalau lagi ngajar (bukan bencong loh. Pliss). Paling ingat pernah diberi tugas untuk membuat senam kreasi. Dan sampai berdarah-darah buatnya.
- Ibu Suhartati: Ini nih, mata pelajaran senang-senang. Kesenian.Sempat disuruh menyanyi lagu apa saja bebas. Kalau aku majunya sekarang ya, aku mau nyanyi Heavy Rotation.
- Ibu Ayub: Ibu pencerah jiwa. Ya memang guru BK sih. Selalu bilang,"kelas 8C kan kelas unggulan. Masak ramainya mengalahkan kelas lain. Lalu apa unggulannya?" Pertama ya bu, kita juga gak tahu kenapa ini kelas unggulan. Kan situ juga yang buat. Kedua, mungkin karena ruangan ibu sebelahan sama kelas 8C jadi dengernya ya cuma kelas ini doank.
- Ibu Uliyah: Jawa tulen, Jawa pulen. Yang paling diinget pas berbalas parikan (pantun jawa). Nih cekidot (aku gak perlu traslate lah ya)
Rempeyek diremet-remet, yen ngenyek aja banget-banget (Bu Uliyah, 2007)
Untuk beliau-beliau semua yang mengajarkan ilmu, krama, dan pelajaran hidup, sesungguhnya saya benar-benar bersyukur pernah menyimak Anda (meski sesekali), menjawab Anda (cuma sekali), dan menanggapi Anda (berapa kali ya?). Titik dua bintang titik dua bintang titik dua bintang.Rempeyek enak rasane, ora ngenyek ning ngepaske (8C Crew, 2007)
-QT\/QU-

Ileng ae uti iki , hehe
ReplyDelete