14 June, 2011

Aku (masih) Ingin Menulis


Masa memang terlalu perkasa, sahabatku. Masa bisa membenarkan yang salah. Masa bisa menyalahkan yang benar. Masa bisa memutar yang di bawah. Masa bisa menjatuhkan yang di atas. Tapi masa harusnya tidak bisa menggerus keteguhan. Begitukah, sahabatku? Pecayalah sahabatku. Masih ada sedikit keteguhan itu.

Sahabatku, bukan masa yang merubah kita. Tapi masa telah mengubah pikiran dan keadaan. Itu terpaksa sahabatku. Hanya saja, sahabatku jika kita memiliki keteguhan, tak akan ada yang berubah. Tidakkah kau inginkan itu sahabatku? Teguhlah, sahabatku.

Jika dulu iya kenapa sekarang tidak, sahabatku? Apa yang membedakan dulu dengan kini? Siapa yang menggoyahkan keteguhanmu sahabatku? Ataukah memang itu sebuah kebenaran? Kita masih belum tahu itu, sahabatku.

Sudahkah kau tidak lagi memerlukanku, sahabatku? Sekarang apa yang bisa ku lakukan untukmu, sahabatku?  Kenapa banyak sekali permintaanmu padaku, sahabatku? Apa aku juga boleh meminta sebanyak itu padamu, sahabatku? Jika semua permintaanku adalah menolak semua permintaanmu, apakah masih boleh aku meminta?

Sahabatku, aku masih menyimpan beribu tanya yang menguar saja di hadapanmu. Aku ingin tumpahkan saja air mata yang sudah mengembun di pelupuk. Tapi adakah itu bisa buatmu memperdulikanku? Sahabatku, entah seperti apa aku kini. Semoga kau masih mau tahu.

Entahlah, sahabatku. Aku merasa jiwa ini semakin kosong saja. Hanya kata-kata yang memutar tapi tak jua melepaskan kesenduannya. Beri aku kesempatan, sahabatku. Untuk bertanya. Untuk menjelaskan. Untuk mengungkapkan. Dalam tangis di hadapanmu, sahabatku. Hanya kita, sahabatku. Semoga masih ada.

-QT\/QU-
Amelia Putri Rizqiani Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.

No comments:

Post a Comment