Apa wujud tertinggi dari dan pada seorang sahabat?
Persahabatan itu asam dan pahit. Aku percaya. Persahabatan itu manis. Aku sangat percaya. Bahkan tanpa perlu didukung kutipan-kutipan terkenal bersajak sajak pun aku sudah cukup tahu. Kutipan yang berkata sahabat yang begini, sahabat yang begitu. Sahabat yang akan atau tidak begini maupun begitu. Aku tahu karena aku mengalami bukan sekedar membaca. Sebab disitulah sebenarnya kutipan itu ada maknanya.
Kutipan mengajarkan untuk
bersahabat dengan penuh pengorbanan, penuh perhatian, penuh kehangatan. Namun
kutipan tak pernah memberitahu apa yang akan aku dapat setelahnya. Mungkin
sekedar kalimat persahabatan itu indah. Keindahan mana yang diberikan?
Keindahan seperti apa yang ditawarkan?
Apa yang akan aku dapat
setelah berusaha, berkorban, memberi yang terbaik, memperhatikan - yang
kesemuanya demi sahabat? Apa yang akan ku dapat? Apakah aku mendapatkan
balasan? Apakah 'balasan' itu cukup? Apakah aku akan mendapat persahabatan yang
indah? Benar? Beritahu aku. Jelaskan padaku. Sebab hal itu terlalu abstrak
bagiku. Sebab aku pernah pada persahabatan namun belum sampai sudah berhenti di
tengah jalan. Padahal aku juga tak tahu sampainya dimana.
Kenapa baru sekarang aku
mempermasalahkan akhir yang indah? Sudahlah, aku yang salah. Jangan diteruskan.
Apa atau bagaimana level tertinggi dari persahabatan? Kalau pedekate ada jadian. Kalau persahabatan?
Kutipan: Persahabatan itu
sebenarnya statis (Rizqiani, 2015)
-QT\/QU-
(26/03/15,
04:42, saat aku terlalu banyak mempertanyakan)

No comments:
Post a Comment