Aku selalu merasa buruk dengan siklus yang seperti itu.Kita bertemu, berproses, lalu berpisah. Dan perasaannya paling lama hanya bertahan dua hari. Lalu semuanya jadi biasa saja. Menjadi seperti semula. Rutinitas saja. Aku jadi sedikit menyesal.
Begitulah. Pemersatu yang paling manjur adalah tujuan. Kesamaan tujuan. Akan tetapi kalau sekedar dengan tujuan yang mengada ada bukankah sama saja. Pada akhirnya kita hanya sibuk membentuk tujuan. Lupa kenikmatan diantaranya. Terus lama kelamaan juga jadi lupa.
Aku sendiri juga lupa. Tapi aku menyesal. Aku menyesal karena aku pun lupa. Sedihnya lagi aku tak bisa menolak siklus yang dengan mudah melupakan perasaannya hanya dalam dua hari.
Dan aku sedih.-QT\/QU-
#30harimenulis #himakom

No comments:
Post a Comment