Mengapa lebih nyaman menulis daripada berbicara? Karena kau lebih pandai membaca daripada mendengarkan.Aku banyak bercerita. Apa saja. Tentang mendung yang dikhianati hujan. Tentang tukang cimol yang dikhianati mendung. Tentang mahasiswa yang dikhianati tukang cimol. Tentang presiden yang dikhianati mahasiswa. Tentang rakyat yang dikhianati presiden. Tentang aku. Tentang kau sendiri. Dan peristiwaku.
Kalau kau mendengarkan, kau akan banyak tahu. Kau yang selalu aku bagi cerita dan peristiwa. Tentang, tentang, tentang. Aku berbagi cerita karena aku ingin belajar. Kepadamu yang luar biasa itu. Lewat cerita yang ku coba persatukan kita. Kita yang duduk bersama dalam terkadang. Akan tetapi lau tak mendengarkan. Kalau kau mendengarkan.
Kau hanya sekedar memasang telinga. Di kiri dan kanan. Tanpa mendengar. Apalagi memperhatikan. Apalagi mengingat. Apalagi merasa. Jadinya aku tak banyak belajar. Kau tetap luar biasa dan aku seperti ini. Biasa saja.
Kau lebih betah membacaku bukan mendengarku. Mungkin karena aku terlalu buruk.-QT\/QU-
#30harimenulis #himakom

No comments:
Post a Comment