Setiap tindakan ada alasan. Apapun alasanmu jangan berharap membenarkan.Aku sudah pernah katakan kita bukan lagi hidup dalam aturan balas membalas namun maklum memaklumi. Katanya kalau maklum perlu alasan. Sedikit banyak. Mau begitu?
Sayang sekali zaman telah berubah. Alasan menjadi sesuatu yang dimaklumi bukan lagi memaklumi karena alasan. Alasan untuk menghindari. Tapi tetap diikuti. Sehingga alasan hanya menjadi alasan yang begini adanya. Padahal seharusnya tidak. Alasan ada benarnya.
Kita masih beralasan tanda tanya.-QT\/QU-
#30harimenulis #himakom

No comments:
Post a Comment