Satu detik ke depan pun tak akan pernah kita tahu pasti.
Masa depan hanya bisa menawarkan janji janji. Kita susun rapi dan dibungkus dengan mimpi. Mau jadi apa, mau kemana, mau seperti apa, mau bagaimana. Hanya berhenti di mau. Namun masa depan melekat dengan waktu. Waktu yang lebih sering menipu. Waktu berakhir dan bermula dengan bentuk yang sama. Akan tetapi diantaranya itu ada apa. Apa saja ada.
Masa depan dan waktu yang berpadu menjadi sangat menakutkan. Karena hasilnya adalah ketidakpastian. Apa yang bisa diberi oleh sebuah ketidakpastian? Paling hanya sekedar pilihan. Pilihan mau jadi apa, mau kemana, mau seperti apa, mau bagaimana, mau bersama siapa. Sudah. Sisanya adalah usaha-usaha yang tak ada hubungannya dengan waktu dan masa depan. Hanya kamu. Atau sedikit aku. Semuanya jadi terasa terpisah-pisah. Padahal berpisah itu tidak enak. Apalagi perpisahan. Masa depan. Waktu. Usaha. Kamu. Sedikit aku. Mau jadi apa. Mau kemana. Mau seperti apa. Mau bagaimana. Tak lagi berhenti.
Dan akhirnya melihat seseorang yang penting untuk kita tersenyum bahagia dan bangga, itulah masa depan yang paling menjanjikan. Dan waktu hanya sekedar bisu.
Aku akan datang kalau aku sudah sukses. Tunggu saja. Cukup menunggu. Jangan lakukan apapun. Asal jangan lelah menungguku.
-QT\/QU-
(210314; 09:15. I wanna share some pep talk with you)

No comments:
Post a Comment