Selalu ada waktu untuk memikirkanmu. Entah itu sekarang kemarin dan besok. Pada menit-menit itu, lalu tumbuh bahagia, sedih, haru, dan RINDU.
Aku hanya punya beberapa baris sebenarnya. Baris-baris yang akan berbicara padamu. Dan hanya kau yang paham betapa berartinya baris-baris ini. Baris-baris yang sudah terpilih dan teratur rapi. Sayangnya aku jadi terlalu hati-hati. Karena pada baris ini aku harus tahu seberapa jauh kau menyimpan rindu.
Kau pasti tahu apa yang harus kau lakukan untukku, apa yang diminta baris-baris ini padamu. Kau jelas tahu. Lalu untuk apa masih bertanya? Pertanyaanmu itu yang aku tahu, kau ragu. Kenapa aku selalu menuju padamu? Apa kau juga masih mempertanyakan? Seharusnya kau lebih tahu. Ada selain kau tapi tidak ada jika bukan kau. Masalahnya tidak sesederhana waktu yang selalu mulai dan berakhir dengan bentuk yang sama. Akan tetapi rindu yang jauh lebih tak berbentuk.
Aku lupa bagaimana kita pernah bertemu. Namun aku masih ingat betul bagaimana kita saling meninggalkan. Seperti yang pernah aku katakan padamu, lebih mudah mengeja sakit hati dan luka daripada gembira dan bahagia. Manusia ingin dikasihani sebenarnya.
-QT\/QU-
-QT\/QU-

No comments:
Post a Comment